POSTER

POSTER

Thursday, March 6, 2008

SUATU PAGI KETIKA IA TAK ADA

hujan,,, melukis gambar cacing di jendela.

pernahkah kau merasa sangat sedih saat mendengar suara hujan, membayangkan seseorang diluar sana sedang apa dengan hujan.sedang apa ia saat hujan melukis gambar cacing di jendela itu. sedang kau berselimut, duduk meringkuk di atas meja, samping jendela dan melihat betapa hujan ini, menyamarkan kehadiran pagi.

suatu pagi ketika ia tak ada

kau melihat jendela, embun-embun beku dikaca, dan sesekali kau mengusapnya. berusaha melihat keluar, melihat hujan, melihat kalau-kalau ada hujan yang tidak menghentikan seseorang yang kau rindukan datang dan bergabung dalam selimut hangatmu. maka kau akan memejamkan mata dan menikmati betapa kupu-kupu itu begitu banyak di perutmu.

tapi tidak, atau belum atau entah.



hujan masih terlalu rapat untuk ditembus, dan jarak terlalu jauh untuk direngkuh dan kupu-kupu itu, ia tak muncul juga di perutmu. lalu kau ingat betul bagaimana saat kupu-kupu itu brkerjaran, di perutmu, kau akan menatap bulir-bulir cacing di jendela itu lagi, dan bayangan samar di jendela itu, kau melihat ada satu bulir cacing terbentuk di pipimu, dua, satu di masing-masing pipimu. lalu kau merapatkan selimut tebalmu, merapatkan kakimu dan duduk merapat ke dinding di meja itu.

suatu pagi saat ia tak ada

adalah pagi-pagi yang samar, pagi-pagi yang masih hujan, pagi-pagi yang mendung yang kau membutuhkan matahari untuk membuka jendela itu. ia, matahari itu.

(a story from Harimauharimau )

SCENE NO. ...



EXT/DAY
CLOUDY - SORE DI PASAR UJUNG

seekor anjing mencermati beberapa orang yang sedang berdiri kedinginan di ujung jalan. menggosok-gosookan tangannya, dan membisu sama lain. mereka bergegas, anjing itu hanya melihat mereka sepintas, membiarkan mereka melewatinya tanpa merasa terganggu.

KERETA ITU ADALAH YANG MEMBAWANYA PERGI



ia merasa tak harus menunggu, tapi ia menunggu..

ia hanya ingin merasakan getaran pada tanah yang lalu merambat lalu kakinya dan mempercepat denyut jantungnya. ia suka debar-debar itu, yang membuatnya merasa seseorang akan datang. padahal ia tahu, tidak saat ini, tidak hari ini orang itu datang.

ia duduk membelakangi ruang kepala stasiun, menghadap ke rel kereta, menoleh ke ufuk: matahari yang sedang menggambar warna merah coklat di tiang-tiang. dari sana seharusnya kereta yang membawanya datang, karena kesanalah kereta membawanya pergi. ia memang seharusnya tak berada disitu, karena ia tahu kereta tak akan membawanya pulang hari ini. tapi ia ingin berharap, ia ingin berdebar, ia ingin melihat orang-orang berdekapan di pintu kereta, orang-orang melihat orang-orang yang lain sambil melambaikan tangan, orang-orang berjalan tergesa atau siapa tahu ada orang yang menyapanya tiba-tiba, entah siapa.

kereta satu lagi datang, tapi tidak dari arah matahari, kereta kali ini adalah kereta yang membawa orang-orang pergi. ia memejamkan mata, merasai getaran pada tanah itu, menjalar melalui kakinya, memejamkan mata lebih dalam lagi saat getaran itu merambati jantungnya, dan debar jantung semakin keras.kereta berhenti... dan ia merasai debar jantungnya berhenti, untuk beberapa detik...

ia tahu betul, ketika ia membuka matanya setelah itu, tak ada siapapun yang tersenyum dan berjalan kearahnya. orang-orang berhamburan keluar, saling memeluk, berjalan berpegangan tangan, berteriak-teriak memanggil-manggil,, dan ia merasa sangat sendiri.

(a story from Harimauharimau)

BIAR KUCERITAKAN PADAMU SEBUAH CERITA?




Dulu, pada tahun-tahun itu. orang-orang di desa ini tak berani tinggal di dalam rumah malam hari. mereka membuat sarang di bukit itu, sendiri-sendiri, bahkan antara satu orang dengan yang lain pun tak pernah mau memperlihatkan sarang persembunyiannya kepada tetangganya. karena mereka takut, tetangganya akan menunjuk nya suatu saat.

yah, pada masa itu, telunjuk adalah senjata paling mematikan. jika kau tak suka pada tetnaggamu, yang dulu pernah mencuri manggamu, atau melirik ke istrimu, tunjuklah ia dengan telunjukmu. malam harinya, orang-orang itu akan datang, orang-orang yang entah datang darimana, tiba-tiba, menggedor pintu rumah tetanggamu, istrinya hanya bisa menangis, orang-orang tak berani mendekat, dan lalu membawanya pergi. ia takkan pernah lagi bisa berjalan pulang, atau tak pernah lagi bisa pulang, kalaupun pulang, mungkin maka ia akan pulang didalam karung, dilemparkan di jalan depan gang masuk rumahnya.

maka merekapun membuat sarang di bukit-bukit itu, saling menatap curiga kepada tetangga-tetangga dan waspada, jangan-jangan,,,,

yah, jangan-jangan,,, jangan-jangan si anu menunjukku,,, maka tunjuklah ia duluan kalau kau khawatir. besok pagi kau tidak akan menemukannya lagi, hanya istri dan anak-anaknya yang berwajah menunduk, sedih dan malu. tapi jika kau tak tega menunjuknya,, buatlah sarang persembunyian yang rapat dan tersembunyi di bukit itu. untuk jaga-jaga siapa tahu orang yang kau curigai tega menunjukmu.

orang-orang itu, orang-orang yang datang tengah malam itu, tak pernah terlihat wajah mereka, seakan-akan bayangan selalu saja menutupi wajah mereka. mereka datang tiba-tiba, bicara seperlunya lalu pergi tanpa basa-basi. dan menghilang. orang-orang tak pernah melihat wajah mereka, hanya beberapa orang saja, hanya orang-orang yang memilik tato di bagian-bagian tubuhnya, dan orang-orang yang kemudian mati di dalam karung atau terikat dan masuk ke dalam bak sampah yang pernah melihat wajah mereka.

.................


(a story from Harimauharimau )

Wednesday, March 5, 2008

BLACK JACKET MEN

......

mereka, orang-orang itu sepertinya tak suka pada cahaya.wajahnya selalu terlindung dari cahaya, topi yang menaungi kepala mereka menciptakan bayangan separuh di wajahnya. seorang lagi, dia selalu beriri disamping apa saja yang membuat bayangan. kau bisa melihat wajahnya saat mereka sedang menyalakan korek yang menyulut rokoknya.

bukan,, mereka bukan seperti yang kau bayangkan,, mereka adalah orang-orang yang biasa saja saat siang tiba, bahkan kau takkan bisa membedakan mereka dengan orang lain. tersenyum pada semua orang, makan soto dan minum teh di pinggir jalan dan bercerita tentang banyak hal.

maka, hati-hatilah saat bicara, lihat sekelilingmu. siapa tahu satu diantara mereka ada disana, mendengarkan ceritamu yang mencurigakan, yang tidak mereka sukai. karena mereka akan benar-benar berbeda pada malam hari. dan kau takkan pernah tahu, kapan mereka datang, kapan mereka pergi.

.......

(a story from harimauharimau)